Pesan untuk putriku

20180528_173914.jpg

Bismillahirrahmanirrahim

Duhai putriku…

Hari ini Papa menerima surat dari sekolahmu mengabarkan tentang kelulusanmu. Tak terasa saat ini umur mu berada di ambang kedewasaan.

Nak,

Belakangan ini di sosial media, Papa melihat teman-teman Papa yang dengan bangga menceritakan tentang anak-anaknya yang melanjutkan studi ke sekolah ternama bahkan sampai ke luar negeri, ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang kontes kecantikan, ada yang bangga karena anaknya menjadi atlet di beberapa cabang olahraga.

Papa hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua. Bukan karena Papa iri ataupun kecewa, bukan pula karena Papa ingin berada di posisi mereka, melainkan karena Papa bangga memiliki putri seperti dirimu, yang insya Allah hatinya tak pernah terpaut oleh dunia, yang matanya insya Allah tak pernah tergiur oleh emas mutiara, yang pribadinya Papa doakan mampu menjadi anak sholihah.

Nak…

Papa tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan melebihi mereka, karena Papa sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu Papa cinta. Dengan kesederhaan dan hijab syarโ€™inya. Dengan ketaatanmu kepada Allah semata. Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja. Cukuplah kau tutup auratmu! Cukuplah kau jadikan Al-qurโ€™an dan sunnah sebagai teman hidupmu. Cukuplah doamu selalu untukku!

Duhai putriku…

Jadilah wasilah untuk ku dan mama mu meraih surga Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia ini, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya. Maka Papa akan slalu bangga memilikimu. Bagi Papa cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.

Nak…

Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret Papa dan Mama mu ke neraka.
Sungguh.! Papa dan Mama lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah. sedang dunia dan rezeki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah saja…

Boroko, 12 Ramadhan 1439 H

Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya

urban-planner-58082e5cb37e61350b0aa943

Bincang sore sambil menyeruput teh manis selepas magrib, seorang kawan bertanya kepada saya, “tipe pemimpin seperti apa yg kamu idamkan di era sekarang ini, Pul?” Sambil senyum ๐Ÿ˜Š karena mikir ๐Ÿค” apa yang melatar belakangi sehingga dia bertanya demikian (mungkin karena realita politik yang terasa pahit atau memang karena suhu politik di negeri ini so mulai membara sto ๐Ÿ˜ ah… entahlah). Namun tanpa ada unsur kepentingan politik apapun saya mencoba menjawabnya.

Tipe pemimpin yg saya idamkan yaitu pertama, seorang yg memimpin dengan akhlak dan keteladanan, jadi orang yang dipimpinnya akan mendapat pengaruh yg baik dari pola kepemimpinannya.

Kedua, seorang pemimpin itu dapat merepresentasikan wajah arsitektur kotanya atau wilayah yang dipimpinnya itu sehingga memberikan cerminan prilaku positif bagi rakyatnya yang dijabarkan lewat tata ruang wilayah dan tata kelola kepemimpinannya.

Ketiga, seorang pemimpin yang bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, karena kualitas kepemimpinan seseorang berada pada akumulasi keputusan yg diambil. Karena memang tugas seorang pemimpin itu dapat membawa perubahan yg positif dan mengakselerasi kemajuan.

Namun perlu diingat bahwa perubahan positif tidak harus datang dari pemimpin suatu wilayah saja, partisipatif aktif masyarakat juga sangat penting. Jadi teringat guru ngaji saya pernah menyampaikan bahwa kadang kita sebagai rakyat jelata selalu menyalahkan sang pemimpin atas apa yang terjadi. Pemimpin jadi tumpahan kesalahan atas kerusakan yang terjadi di mana-mana. Pemimpin yang jadi biang kesalahan atas korupsi di berbagai jajaran. Semua gara-gara sang pemimpin. Kenapa setiap orang tidak mengintrospeksi diri sebelum menyalahkan sang pemimpin. Yang patut dipahami, pemimpin adalah sebenarnya cerminan dari rakyatnya.

Ibnu Qayyim Al Jauziyahย ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู mengatakan,

ูˆุชุฃู…ู„ ุญูƒู…ุชู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู† ุฌุนู„ ู…ู„ูˆูƒ ุงู„ุนุจุงุฏ ูˆุฃู…ุฑุงุกู‡ู… ูˆูˆู„ุงุชู‡ู… ู…ู† ุฌู†ุณ ุงุนู…ุงู„ู‡ู… ุจู„ ูƒุฃู† ุฃุนู…ุงู„ู‡ู… ุธู‡ุฑุช ููŠ ุตูˆุฑ ูˆู„ุงุชู‡ู… ูˆู…ู„ูˆูƒู‡ู… ูุฅู† ุณุงุชู‚ุงู…ูˆุง ุงุณุชู‚ุงู…ุช ู…ู„ูˆูƒู‡ู… ูˆุฅู† ุนุฏู„ูˆุง ุนุฏู„ุช ุนู„ูŠู‡ู… ูˆุฅู† ุฌุงุฑูˆุง ุฌุงุฑุช ู…ู„ูˆูƒู‡ู… ูˆูˆู„ุงุชู‡ู… ูˆุฅู† ุธู‡ุฑ ููŠู‡ู… ุงู„ู…ูƒุฑ ูˆุงู„ุฎุฏูŠุนุฉ ููˆู„ุงุชู‡ู… ูƒุฐู„ูƒ ูˆุฅู† ู…ู†ุนูˆุง ุญู‚ูˆู‚ ุงู„ู„ู‡ ู„ุฏูŠู‡ู… ูˆุจุฎู„ูˆุง ุจู‡ุง ู…ู†ุนุช ู…ู„ูˆูƒู‡ู… ูˆูˆู„ุงุชู‡ู… ู…ุง ู„ู‡ู… ุนู†ุฏู‡ู… ู…ู† ุงู„ุญู‚ ูˆู†ุญู„ูˆุง ุจู‡ุง ุนู„ูŠู‡ู… ูˆุฅู† ุงุฎุฐูˆุง ู…ู…ู† ูŠุณุชุถุนููˆู†ู‡ ู…ุงู„ุง ูŠุณุชุญู‚ูˆู†ู‡ ููŠ ู…ุนุงู…ู„ุชู‡ู… ุงุฎุฐุช ู…ู†ู‡ู… ุงู„ู…ู„ูˆูƒ ู…ุงู„ุง ูŠุณุชุญู‚ูˆู†ู‡ ูˆุถุฑุจุช ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ู…ูƒูˆุณ ูˆุงู„ูˆุธุงุฆู ูˆูƒู„ู…ุง ูŠุณุชุฎุฑุฌูˆู†ู‡ ู…ู† ุงู„ุถุนูŠู ูŠุณุชุฎุฑุฌู‡ ุงู„ู…ู„ูˆูƒ ู…ู†ู‡ู… ุจุงู„ู‚ูˆุฉ ูุนู…ุงู„ู‡ู… ุธู‡ุฑุช ููŠ ุตูˆุฑ ุงุนู…ุงู„ู‡ู… ูˆู„ูŠุณ ููŠ ุงู„ุญูƒู…ุฉ ุงู„ุงู„ู‡ูŠุฉ ุงู† ูŠูˆู„ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ุงุดุฑุงุฑ ุงู„ูุฌุงุฑ ุงู„ุง ู…ู† ูŠูƒูˆู† ู…ู† ุฌู†ุณู‡ู… ูˆู„ู…ุง ูƒุงู† ุงู„ุตุฏุฑ

โ€œSesungguhnya di antara hikmah Allah Taโ€™ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.”

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah ๏ทป, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah ๏ทป, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Muโ€™awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah ๏ทป.

Oleh karena itu, untuk mengubah keadaan umat ini untuk menjadi lebih baik, maka hendaklah setiap orang mengoreksi dan mengubah dirinya sendiri, bukan mengubah penguasa yang ada. Hendaklah setiap orang mengubah dirinya yaitu dengan mengubah aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalahnya.

Yang terakhir tipe pemimpin yang saya idamkan bahwa seorang pemimpin haruslah telah memiliki perencanaan yg matang untuk setiap program dan juga kebijakan yg akan dilakukan…”

Sosok seperti itulah pemimpin yang saya idamkan kawan, semoga saja Allah ๏ทป menganugerahkan seorang pemimpin yang bijaksana untuk kita… *sambil menikmati menyeruput teh manis sebelum maghrib… ๐Ÿค”

Pantai Tanjung Dulang

Tanjung Dulang terletak di Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di desa Solo kecamatan Kaidipang.

Pantai ini termasuk pantai yang bersih dengan air lautnya yang jernih. Perpaduan antara pasir putih dan bebatuan memberikan ciri khas tersendiri pantai ini. Tanjung Dulang terletakย ยฑย 8 Km dari Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sedang jarak dari Manado sebagai ibu kota provinsiย ยฑ 300 Km. dapat juga dicapai dari Provinsi Gorontaloย ยฑ125Km

Jika Anda pernah membayangkan tubuh Anda terbaring di pinggir pantai indonesia, di atas pasir putih yang indah, ditaburi pemandangan alam yang serba eksotis, serta dihujani cahaya mentari yang menghangatkan tubuh, maka tak salah jika Anda menyempatkan diri berekreasi dan ber wisata Pantai ke Tanjung Dulang

Mengunjungi Tanjung Dulang di Bolmong Utara mungkin perlu dijadikan agenda wisata tersendiri bagi wisatawan yang menyukai keindahan dan kesejukan alam. Bayangkan saja, saat memasuki kawasan pantai, wisatawan dengan segera akan tersapu-lembut oleh semilir angin yang berhembus di sepanjang gugusan pantai di Bolmong Utara, Propinsi Sulawesi Utara ini. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa wisatawan di awal kunjungannya. Saat telah berada di pinggir pantai, mata para wisatawan akan disuguhi oleh eksotisme pantai berlatar pesona ombak yang saling berkejaran, pasir putih yang menghampar, dan ribuan binatang kecil yang menyebar di hamparan pasirnya, serta lanskap Bebatuan yang indah bepadu dengan deburan ombak.

Bermain di Sawah

Menunggu Menguning

“Sekilas aku memandang dari seberang pematang, berteduh sosok bertopang kaki kecil telanjang, berlari riang dipematang sawah”

Weekend kemarin aku mengajak Acha berkunjung ke kota kelahiran ibunya di Boroko-Bolmong Utara, nampaknya dia sangat senang dengan kehijauan sawah yang membentang luas di sepanjang jalur pantai utara. Makanya waktu aku tawarin untuk di potret di pematang sawah dia sangat senang.

Dalam foto ini aku ingin mengabadikan tawa ceria yang lahir begitu saja dari jiwa anak kecil yang dibalut dengan warna ceria pakaian yang dipakainya.

 

Berbagi Album Foto di Flickr

Mengikuti saran seorang kawan, akhirnya saya mencoba membuat album foto di Flickr. Album foto tersebut saya dedikasikan untuk semua hasil foto jepretan saya, siapa tau bisa jadi portfolio on line ๐Ÿ™‚ . Rencananya disitu akan saya buat folder album Wedding Photography, Prewedding, Potrait, Architecture & Landscape. Mari berkunjung dan saya menanti saran dan kritik untuk membangun sebuah diskusi hangatโ€ฆ.

Terima kasih, semoga bermanfaat. Salam Jepret!

Ketika tempat ini menjadi kosong

Pagi tadi aku melintas jalan itu lagi, tanpa disadari terlintas cerita beberapa tahun lalu, kenangan itu hadir dengan keindahannya tersendiri. Suasana halaman belakang studio Bumi Beringin tempat kita menikmati dinginnya malam sambil menatap lalu lintas jalan Sam Ratulangi hanya berteman gitar tua hingga fajar menghadirkan sinarnya. Dari ketinggian nampak laju lampu kendaraan lalu lalang yang menghadirkan entah itu kebodohan atau kebahagiaan. Kita disentuh oleh hasrat dan mempermainkannya, kala itu kita hanyut dalam heningnya malam. Baca selanjutnya klik disini…